Aqiqah Abdul Azam Fadhilatul Ula: Ustadz Angga Sampaikan Nasehat Konsep S.A.T.U untuk Membangun Karakter Anak

Aqiqah Abdul Azam Fadhilatul Ula: Ustadz Angga Sampaikan Nasehat Konsep S.A.T.U untuk Membangun Karakter Anak

Acara tasyakuran aqiqah Ananda Abdul Azam Fadhilatul Ula, putra tercinta dari Bapak Bima Abdul Wahid dan Ibu Saskia Nurpadilah, berlangsung dengan suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan nilai religius. Keluarga besar, tetangga, serta para sahabat hadir memadati kediaman untuk bersama-sama mensyukuri kelahiran anugerah Allah SWT yang menjadi amanah dan cahaya baru bagi keluarga. Di tengah kebahagiaan tersebut, Ustadz Angga Ade Saputra, S.E., S.Pd., M.Pd. diundang untuk memberikan nasehat dan tausiyah kepada para hadirin.

Dalam pembukaannya, Ustadz Angga menyampaikan bahwa aqiqah adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak. Beliau menegaskan bahwa aqiqah memiliki landasan kuat dari sunnah Nabi ﷺ, di mana penyembelihan hewan aqiqah diiringi dengan rasa syukur, sedekah, serta doa untuk keselamatan dan keberkahan anak. Lebih dari sekadar ritual penyembelihan, aqiqah adalah momentum untuk mengumandangkan harapan dan doa agar anak tumbuh dengan karakter mulia.

Ustadz Angga juga menyoroti hikmah sosial dari aqiqah, yakni mempererat tali silaturahmi, berbagi kebahagiaan melalui hidangan yang disalurkan kepada tetangga dan saudara, serta menanamkan nilai-nilai kepedulian pada keluarga. Pada momen seperti ini, menurut beliau, keluarga diingatkan bahwa kelahiran seorang anak bukan hanya kebahagiaan, tetapi juga amanah besar.

Untuk memperkuat pesan pendidikan keluarga dalam momentum aqiqah, Ustadz Angga memperkenalkan konsep S.A.T.U, sebuah akronim sederhana namun memiliki makna mendalam sebagai pedoman membentuk karakter anak sejak dini:


S – Suasana yang Baik

Beliau menjelaskan bahwa lingkungan yang baik adalah fondasi penting dalam pembentukan akhlak anak. Anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan suasana yang mengelilinginya. Jika suasananya saleh, penuh keteladanan, dan jauh dari kemaksiatan, maka karakter anak pun akan terarah kepada kebaikan. Ustadz Angga mengutip sebuah hikmah,
الصُّحْبَةُ تُصْلِحُ” – Pergaulan itu memperbaiki,
yang mengingatkan orang tua agar selektif dalam memilih lingkungan terbaik bagi buah hati mereka.

A – Adab Ditanamkan Sejak Dini

Adab menjadi dasar sebelum ilmu. Ustadz Angga menekankan bahwa mendidik anak harus dimulai dari penanaman akhlak mulia. Beliau menegaskan bahwa banyak kesuksesan lahir bukan hanya dari kecerdasan, tetapi dari adab yang kokoh.
الأَدَبُ قَبْلَ العِلْمِ” – Adab sebelum ilmu,
adalah prinsip yang sering ditekankan para ulama, dan ini menjadi landasan orang tua dalam menuntun anak sejak kecil.

T – Teladan dari Orang Tua

Menurut Ustadz Angga, keteladanan adalah metode pendidikan paling efektif. Anak melihat lebih banyak daripada mendengar. Apa yang dilakukan orang tua sehari-hari akan menjadi cermin bagi anak. Ketika orang tua menunjukkan akhlak terpuji, disiplin, kesabaran, dan adab yang baik, maka anak pun akan menirunya.
Beliau mengutip hikmah,
فِعْلُ الوَالِدَيْنِ تَرْبِيَةٌ” – Perbuatan kedua orang tua adalah pendidikan.
Dengan demikian, orang tua menjadi sekolah pertama dan utama bagi anak-anak mereka.

U – Ungkapan Doa Setiap Waktu

Doa adalah senjata seorang mukmin, dan bagi orang tua, doa adalah bentuk cinta paling tulus kepada anak. Ustadz Angga mengingatkan bahwa doa orang tua mudah dikabulkan Allah.
دُعَاءُ الوَالِدَيْنِ مُسْتَجَابٌ” – Doa orang tua itu mustajab.
Beliau menganjurkan agar orang tua selalu menghadiahkan doa di setiap kesempatan: setelah shalat, sebelum tidur, saat melihat anak tertawa, maupun ketika mereka menghadapi kesulitan. Doa menjadi cahaya penjaga masa depan anak.


Tausiyah tersebut disampaikan dengan penuh kelembutan dan kedalaman makna, membuat para hadirin terlihat antusias dan menyimak dengan khusyuk. Banyak orang tua yang hadir merasa mendapatkan pencerahan baru tentang bagaimana membangun keluarga yang penuh berkah dan menyiapkan lingkungan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

Acara tasyakuran kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk Ananda Abdul Azam Fadhilatul Ula. Para hadirin mendoakan agar ia tumbuh menjadi anak yang saleh, sehat, cerdas, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Semoga ia menjadi generasi Qur’ani yang membawa manfaat bagi bangsa, agama, dan masyarakat.

Keluarga Bima Abdul Wahid dan Saskia Nurpadilah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah berkenan hadir, serta berharap keberkahan aqiqah ini menjadi awal perjalanan hidup yang dipenuhi rahmat dan perlindungan Allah SWT bagi putra tercinta mereka.

Dengan penuh harap, acara tasyakuran tersebut menjadi momentum sakral yang menyatukan doa, kebersamaan, serta komitmen keluarga dalam membimbing anak menuju jalan kebaikan. Semoga Ananda Abdul Azam Fadhilatul Ula tumbuh sebagai generasi masa depan yang berakhlak mulia, penuh cinta ilmu, dan membawa keberkahan bagi banyak orang.

Post Comment