Akad Suci di Kota Nabi: Ustadz Angga Ade Saputra Resmi Menikah di Masjid Nabawi
Navigas.site, 3 Februari 2025 — Suasana haru, hangat, dan penuh keberkahan menyelimuti area depan Pintu 22 Masjid Nabawi, salah satu pintu utama yang menjadi gerbang masuk jutaan jamaah dari seluruh dunia, pada 2 Februari 2025. Di tempat yang tidak hanya megah secara fisik tetapi juga sarat nilai spiritual itu, Ustadz Angga Ade Saputra resmi melangsungkan akad pernikahan dengan pendamping hidup pilihannya, Ustadzah Sitti Arafah Utari yang merupakan adik kandung dari KH. M. Darwis Bakri, Lc., M.Ag selaku ketua MUI Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pernikahan ini berlangsung dalam balutan kesederhanaan yang justru memancarkan kesakralan mendalam sebuah momentum langka yang akan menjadi kenangan seumur hidup bagi kedua mempelai dan seluruh hadirin yang menyaksikannya.
Prosesi akad berlangsung khusyuk ketika KH. Muhammad Ilyas Bakri, S.Pd, kakak kandung mempelai wanita sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Tegalrejo Sungai Gelam, berdiri sebagai pengakad. Beliau bukan hanya hadir sebagai bagian dari keluarga, tetapi juga sebagai ulama yang dihormati, sosok yang telah membimbing banyak santri, dan tempat bertanya dalam urusan ilmu dan kehidupan. Dengan suara yang tenang, jelas, dan penuh wibawa, beliau mengucapkan ijab yang kemudian dijawab dengan kabul penuh keyakinan oleh Ustadz Angga Ade Saputra. Kalimat-kalimat akad itu melesat ke udara Madinah yang teduh, di tengah lantunan talbiyah lembut para jamaah dan gema doa yang menguatkan suasana penuh kekhidmatan.
Momen penuh keberkahan ini turut disaksikan sahabat-sahabat dekat kedua mempelai dari berbagai negara seperti Pakistan, Turki, Mesir, serta para mahasiswa Universitas Islam Madinah yang saat itu tengah berada di Kota Madinah Al-Munawwarah. Mereka datang membawa senyum, doa, dan ucapan selamat, menciptakan suasana yang tidak hanya hangat tetapi juga begitu menggambarkan luasnya jaringan persahabatan di antara para penuntut ilmu. Banyak dari mereka selama ini tumbuh bersama dalam majelis-majelis ilmu, berbagi perjalanan panjang menuntut ilmu, dan kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pertemanan karena Allah selalu menemukan jalan untuk berpaut pada momen-momen penting.
Pernikahan ini menjadi titik awal hidup baru bagi Ustadz Angga Ade Saputra dan Ustadzah Sitti Arafah Utari, yang keduanya dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam dunia dakwah, pendidikan Al-Qur’an, dan pembinaan masyarakat. Ustadz Angga Ade Saputra aktif membangun berbagai kegiatan literasi dan dakwah seperti Rumah Qur’an Fastabiqul Khairat, Majelis KARIB, Qiblatussalam.id, dan sejumlah aktivitas pendidikan berbasis masyarakat. Sementara itu, Sitti Arafah Utari dikenal sebagai seorang hafidzah dan pengajar Al-Qur’an yang memiliki sanad bacaan serta aktif mengajarkan tahsin dan tajwid kepada masyarakat. Pertemuan mereka adalah pertemuan dua insan yang sama-sama tumbuh dalam lingkungan ilmu, ibadah, dan dakwah. Sebuah perpaduan yang diharapkan melahirkan keluarga yang penuh keberkahan dan manfaat bagi umat.
Masjid Nabawi menjadi saksi dimulainya perjalanan rumah tangga mereka. Di antara tiang-tiang putih menjulang, lantai marmer yang sejuk, dan lampu-lampu kuning yang memantulkan keindahan khas Madinah, keduanya mengikat janji suci yang telah ditakdirkan Allah. Para sahabat yang hadir pun larut dalam rasa haru ketika akad selesai dan doa bersama dipanjatkan. Ada yang meneteskan air mata, ada yang tersenyum lebar penuh syukur, dan ada pula yang merangkul kedua mempelai sebagai tanda cinta karena Allah. Semua menyatu menjadi momen sederhana tapi sarat nilai spiritual yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Dalam doa yang dipanjatkan, para hadirin berharap agar pernikahan ini menjadi awal dari rumah tangga yang kokoh dalam keimanan, luas dalam kasih sayang, lapang dalam kesabaran, dan penuh keberkahan dalam setiap langkah. Mereka juga mendoakan agar Ustadz Angga Ade Saputra dan Ustadzah Sitti Arafah Utari dapat terus istiqamah dalam dakwah, mengajarkan Al-Qur’an, menghidupkan majelis ilmu, serta membangun generasi muda yang dekat dengan nilai-nilai Islam. Seperti Madinah yang sejuk dan penuh kedamaian, demikian pula diharapkan suasana yang selalu menaungi rumah tangga keduanya—damai, teduh, dan dilimpahi rahmat Allah.
Pernikahan sederhana di Masjid Nabawi ini bukan hanya menjadi sebuah peristiwa istimewa bagi kedua mempelai, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keberkahan tidak ditentukan oleh kemewahan, melainkan oleh kesucian niat dan tempat di mana akad itu diucapkan. Di bawah langit Madinah yang menenangkan, di pintu utama masjid yang menjadi tempat melintasnya jutaan jamaah, sebuah keluarga baru lahir dengan penuh doa dan harapan. Semoga Allah memberkahi langkah keduanya dan menjadikan rumah tangga ini sebagai jalan menuju surga-Nya.



Post Comment