Rumah Qur’an Fastabiqul Khairat Gelar Kajian Maulid Nabi dan Ijazah Sanad Al-Fatihah

Rumah Qur’an Fastabiqul Khairat Gelar Kajian Maulid Nabi dan Ijazah Sanad Al-Fatihah

Navigas.site, 06 Oktober 2025 — Rumah Qur’an Fastabiqul Khairat kembali menghadirkan kegiatan keagamaan berkualitas melalui program Kajian Rutin Bulanan (KARIB) yang digelar dalam rangka menyambut dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting lembaga dalam memperkuat pemahaman keislaman, khususnya terkait kecintaan kepada Rasulullah dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an masyarakat.

Kajian yang diselenggarakan pada Ahad, 05 Oktober 2025 ini berlangsung di Rumah Qur’an Fastabiqul Khairat, Rantau Indah, Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Selain menjadi agenda rutin, edisi kali ini memiliki nilai istimewa karena memadukan dua kegiatan utama: pembahasan tentang Maulid Nabi Muhammad SAW dan praktik tahsin yang dirangkai dengan pemberian ijazah sanad Surah Al-Fatihah bagi peserta yang memenuhi syarat.

Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Umma Sitti Arafah Utari, S.Pd., Al-Hafidzah, seorang pengajar Qur’an yang dikenal luas karena keilmuannya dalam bidang tahsin, tajwid, serta sanad Al-Qur’an. Beliau telah lama menjadi rujukan banyak santri dan masyarakat di berbagai daerah karena ketekunannya dalam menjaga tradisi sanad Qur’ani yang bersambung hingga Rasulullah SAW. Kehadiran beliau memberikan nilai tambah besar bagi kegiatan ini, terutama karena kesempatan menerima ijazah sanad Al-Fatihah merupakan momen yang sangat berharga dan tidak selalu mudah diakses oleh masyarakat umum.

Kegiatan KARIB edisi Maulid ini pun semakin istimewa dengan kehadiran Ibu Zilawati, S.H., Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur. Beliau hadir langsung memberikan dukungan moral dan apresiasi kepada panitia, guru-guru Qur’an, serta seluruh peserta kajian. Dalam sambutannya, Ibu Zilawati menyampaikan rasa bangga terhadap hadirnya majelis ilmu seperti ini di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan cinta Rasulullah dan penguatan kualitas bacaan Al-Qur’an adalah langkah nyata dalam membangun generasi berakhlak mulia dan berilmu. Beliau menegaskan bahwa program seperti KARIB sangat layak mendapatkan dukungan penuh, karena secara langsung memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat tradisi keilmuan Islam di daerah Dendang. Ia juga memuji Rumah Qur’an Fastabiqul Khairat sebagai lembaga yang konsisten menebarkan manfaat melalui program-programnya yang terukur, rapi, dan bermanfaat luas.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pembuka kajian. Peserta diajak untuk merenungi perjalanan hidup Rasulullah, keteladanan beliau, serta bagaimana umat Islam masa kini dapat mencontoh akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan disampaikan dengan lembut namun mendalam sehingga suasana kajian dipenuhi ketenangan dan kecintaan kepada Nabi.

Memasuki sesi tahsin dan ijazah sanad Al-Fatihah, peserta dibimbing secara teliti untuk memperbaiki kualitas bacaan mereka mulai dari makhraj huruf, sifat huruf, panjang pendek bacaan, hingga pemahaman kaidah tajwid. Surah Al-Fatihah dipilih karena kedudukannya sebagai ummul kitab dan bacaan pokok dalam setiap rakaat shalat, sehingga memastikan bacaan yang benar adalah kewajiban setiap muslim. Di akhir sesi, peserta yang memenuhi standar bacaan mendapatkan ijazah sebagai tanda bahwa bacaan mereka tersambung sanadnya kepada Rasulullah SAW melalui jalur keilmuan yang terpercaya.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu majelis taklim, remaja, para pengajar Al-Qur’an, hingga santri di lingkungan sekitar. Banyak peserta yang mengaku merasa sangat bersyukur karena dapat mengikuti kajian yang penuh ilmu sekaligus memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka secara langsung bersama seorang hafidzah berkompeten.

Melalui kegiatan ini, Rumah Qur’an Fastabiqul Khairat menegaskan kembali komitmennya dalam membina masyarakat Qur’ani yang berakhlak dan berilmu. Kajian Rutin Bulanan diharapkan terus menjadi wadah belajar, mempererat ukhuwah, dan menguatkan kedekatan masyarakat dengan Al-Qur’an. Dengan perpaduan antara semangat kecintaan kepada Rasulullah dan penguatan tradisi sanad, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menyalakan kembali semangat belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat Rantau Indah dan Dendang.


Post Comment