Menghadirkan Kembali Warisan Ulama: Lajnah Turats Islami Jambi Hadirkan Karya-Karya Lama dalam Wajah Baru

Menghadirkan Kembali Warisan Ulama: Lajnah Turats Islami Jambi Hadirkan Karya-Karya Lama dalam Wajah Baru

Navigas.site, 25 November 2025 – Sebuah gerakan baru yang mengusung semangat pelestarian warisan ulama lokal terus menggeliat di Indonesia, termasuk Provinsi Jambi. Komunitas yang menamakan dirinya Lajnah Turats Islami Jambi, sejak berdiri pada tahun 2021, kini muncul sebagai salah satu pusat penggerak kajian turats dan penjaga khazanah keilmuan klasik peninggalan ulama-ulama Jambi. Lajnah yang digagas oleh tiga tokoh muda santri, yakni M. Azro’i (alumnus Tebu Ireng), Angga Ade Saputra (alumnus Gontor), dan Adi Asmuni (alumnus Lirboyo), perlahan namun pasti menjelma menjadi wadah yang mempertemukan para pecinta ilmu, pemerhati manuskrip, serta generasi muda yang haus akan nilai-nilai tradisi keilmuan pesantren.

Sejak awal pendiriannya, Lajnah Turats Islami Jambi tidak hanya menggelar kajian kitab kuning, dan diskusi ilmiah, tetapi juga mengambil peran strategis sebagai lembaga yang menghimpun, mencetak ulang, serta menyebarkan kembali karya-karya ulama Jambi yang selama ini terlupakan atau sulit ditemukan. Gerakan ini lahir dari keresahan para pendiri yang melihat bahwa banyak karya ulama lokal berisi tauhid, fiqih, tasawuf, hingga sastra keagamaan tidak lagi beredar, bahkan sebagian hanya tersimpan dalam naskah tua yang rawan hilang.

Upaya pelestarian ini diawali dengan proses pencarian manuskrip dan turats yang tersebar di rumah-rumah masyarakat, surau, hingga koleksi keluarga ulama Jambi. Setelah ditemukan, karya-karya tersebut diteliti, ditahqiq secara sederhana, disusun ulang, lalu dicetak kembali dalam bentuk yang lebih rapi dan layak baca bagi masyarakat modern. Salah satu karya monumental yang berhasil dipublikasikan ulang adalah “Shalawat Badawi Kubro dalam literatur ulama Jambi”, sebuah amalan shalawat yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat dan diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Lajnah tidak hanya menelusuri sejarahnya, tetapi juga mengompilasi versi-versi yang digunakan di berbagai daerah Jambi, sehingga kembali menjadi rujukan yang utuh dan dapat dipelajari secara akademik maupun amaliyah.

Selain itu, Lajnah juga mencetak ulang kitab “Dilālah al-‘Amā”, sebuah risalah penting mengenai asas-asas ilmu tauhid dan fiqih yang ditulis oleh ulama Jambi terdahulu. Karya ini mulanya hanya ditemukan dalam bentuk naskah kusam yang hampir tidak terbaca. Melalui proses digitalisasi dan penataan ulang teks, Lajnah berhasil menghidupkan kembali kitab tersebut sehingga dapat dipelajari oleh santri, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Kehadiran Lajnah Turats Islami Jambi kini membawa angin segar bagi dunia keilmuan di daerah tersebut. Di tengah derasnya arus modernitas, komunitas ini menjadi benteng yang menjaga hubungan masyarakat dengan akar tradisi Islam yang kuat, beradab, dan bersanad. Banyak pihak menilai bahwa upaya yang dilakukan Lajnah bukan hanya menghidupkan karya ulama masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran bahwa Jambi memiliki warisan intelektual yang kaya dan layak dibanggakan.

Dengan semakin banyaknya karya yang berhasil dihimpun dan dicetak ulang, Lajnah Turats Islami Jambi berharap hadirnya generasi baru yang mengenal ulama Jambi tidak hanya dari nama, tetapi juga dari karya-karyanya. Komunitas ini berkomitmen melanjutkan misi pelestarian turats secara berkelanjutan, menjadikan Jambi sebagai salah satu pusat pemelihara khazanah ilmu Islam, serta menjaga warisan ulama agar tetap hidup, dipelajari, dan memberi manfaat bagi umat.

Post Comment